Jumat, 28 Oktober 2011

MENCERMATI PERNAK PERNIK KEHIDUPAN ANAK KULIAH

Kehidupan anak kuliah warna-warni sekali. Meski sebenarnya masa
kuliah mau masa dewasa, namun banyak diantara mahasiswa yang tak 
sadar bahwa mereka sesungguhnya sudah dewasa. Beribu pernak-pernik 
ihwal kelakuan anak kuliahan dimulai dari pacaran sampai demonstrasi 
kerap dilakukan sebagai bukti eksistensinya.

Harapan Orang Tua, Harapan Bangsa

Anak kuliah atau mahasiswa diharapkan akan menjadi generasi penerus
tampuk kepemimpinan bangsa ini. Menjadi mahasiswa tentu instrumen 
penting untuk mendapat pendidikan yang layak bagi bekal kehidupan 
kelak. Dengan pendidikan yang layak maka akan membawa kehidupan 
diri, keluarga dan negara dalam konteks yang lebih luas menjadi maju.

Tak kelak, menjadi mahasiswa dan nantinya lulus sesuai dengan minat
di bidangnya merupakan harapan bagi setiap orang tua.Siapapun, setiap 
orang tua pasti menginginkan anak-anaknya dalam mengarungi kehidupannya
kelak. Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya hidup layakdan bahkan
bisa mmberikan kontribusi untuk masyarakat dan kebaikan bangsanya.

Berbekal itulah, banyak orang tua yang rela banting tulang mengerjakan 
apapun asalkan anak-anaknya bisa kuliah.Suatu pngorbananyang disayangkan 
apabila disia-siakan dan malah dikhianati oleh si anak yang menjadi mahasiswa.

Anak kuliah juga mnjadi tonggak harapan bangsa kelak. Bung Karno semasa 
hidupnya pernah berujar, berikan aku sepuluh pemuda (termasuk mahasiswa)
maka akan ku guncangkan Dunia! jadi, peranan pemuda, dimana mahasiswa 
masuk didalamnya tak syah lagi sangat diharapkan kontribusinya untuk menentukan
maju-mundurnya suatu bangsa.

Negasi Kepercayaan

Namun, benarkah anak kuliah sudah begitu paham dengan apa yang mnjadi
kewajiban dan tanggung jawabnya? Benarkah mereka menghayati segala
perjuangannya untuk menempuh pendidikan, untuk nantinya diabadikan bagi 
kebaikan diri, keluarga dan bangsanya? Entahlah karena ternyata masih banyak 
anak kuliah yang tak menyadari bahwa mereka alon pemimpin, calon pejabat 
negara, calon imam, calon penerus keluarga dan bangsanya.

Bisa disaksikan, anak kuliah sekarang sudah banyak yang menegasi segala 
bentuk keprcayaan itu. Segala hipotesa itu tercermin dari apa yang dilakukannya.
Anak kuliahan ke kampuz bukan buku tebal yang dibawanya melainkan handphone
Blackberry seri terbaru, bukan kamus besar yang memuat jutaan kata, melainkan
iPad terbaru yang baru saja diberikan oleh orang tua atau pacarnya. Bukan lagi 
perpustakaan sebagai tempat nongkrongnya, melainkan warung kopi, warnet atau
arena main Play Station (PS) yang menjadi tempat-tempat favoritnya.

Membaca, diskusi dan menulis pun bukan lagi kgemarannya. Ada yang lbih penting 
yaitu pacaran dan main PS yang justru menjadi agenda utama mengalahkan 
agenda-agenda penting yang mendukung kegiatan kuliahnya seperti mengikuti
seminar, diskusi, menulis dsb. Jika sudah demikian masih adakah asa yang pantas
digantungkan di pundak anak kuliah?

Semoga saja anak kuliahan segera sadar bahwa keluarga dan negaranya begitu
mengharapkan peran nyatanya  kelak untuk membangun dan memaslahatkan
kehidupan masyarakat dan negara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar